1. USE CASE DIAGRAM
Tampilkan postingan dengan label Mata Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata Kuliah. Tampilkan semua postingan
Terkadang kita bingung ketika akan memulai sesuatu dan membayangkan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang sudah dimulai. Tidak jarang pula kita kebingungan di tengah jalan akibat kesalahan prediksi proses yang sedang dibangun di tengah jalan. Ketika kita sedang menulis sering pula kehilangan ‘flow ’cerita yang sedang kita buat hingga akhirnya selesai dengan tulisan yang kurang terarah pada hasil akhir yang sebelumnya dibayangkan.
Saya pernah membaca buku tentang System Thinking (lupa judul bukunya), pada buku tersebut dijelaskan bahwa penyelesaian suatu masalah dapat kita modelkan dalam suatu pemikiran sistemik. Seperti pada diagram blok di atas, kita dapat memodelkannya kedalam input, system, dan output.Input di sini adalah masalah sedangkan output -nya adalah penyelesaian masalah. Di dalam system kita memproses informasi dari input untuk kemudian disesuaikan agar diperoleh output yang diinginkan. Artinya sebelum memulai penyelesaian masalah harus didefinisikan terlebih dahulu input dan output-nya. Dengan demikian kita mempunyai gambaran jelas tentang permasalahannya dan bisa membayangkan hasil akhirnya. Barulah kemudian mendesain sebuah sistem untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan.
1. Buatlah daftar business process
2. Petakan use case untuk tiap business process.
3. Buatlah deployment diagram untuk mendefinisikan arsitektur fisik sistem.
4. Definisikan requirement lain yang harus disediakan
5. Berdasarkan use case diagram, mulailah membuat activity diagram.
6. Definisikan objek (package atau domain) dan buatlah sequence/collaboration diagram untuk tiap alir pekerjaan.
7. Buatlah rancangan user interface model untuk menjalankan skenario use case.
8. Buatlah class diagram.
9. Melihat kemungkinan pengelompokan class
10. Perhalus rancangan Deployment diagram
11. Mulailah membangun sistem.( ada 2 pendekatan) yaitu :
- Pendekatan use case
- Pendekatan komponen
12. uji modul dan uji integrasi serta perbaiki model berserta codenya.
13. Piranti lunak siap dirilis.
UML (Unified Modeling Language) adalah bahasa yang berdasarkan grafik atau gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object Oriented).
UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas – kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database dan komponen – komponen yang diperlukan dalam software.
Pendekatan analisa dan rancangan dengan menggunakan model OO mulai diperkenalkan sekitar pertengahan tahun 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakan metode OO mulai diuji cobakan dan diaplikasikan antara tahun 1989 – 1994, seperti halnya oleh grady Booch dari Rational Sotfware Co., serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique).
Minggu, 09 Juni 2013
Jaringan,
Mata Kuliah,
Sistem Client Server
9
komentar
Permainan Domino Sederhana dengan Java
Sabtu, 08 Juni 2013
Mata Kuliah,
MBO
0
komentar
Use Case Diagram Perekaman Informasi untuk Kepentingan Negara (Tugas)
Jaringan,
Mata Kuliah,
Sistem Client Server
0
komentar
Praktek: Membangun aplikasi Client-Server dengan metode RMI di java
Buat Projek untuk client server di netbeans, seperti berikut, :
package com.echo.clientserver.sayhello.server;
import java.rmi.RemoteException;
import java.rmi.registry.LocateRegistry;
import java.rmi.registry.Registry;
/**
*
* @author samsul
*/
public class Main {
/**
* @param args the command line arguments
*/
Multithreading mengacu kepada dua atau lebih task (tugas, thread) yang berjalan (sedang dieksekusi) di dalam satu program. Thread merupakan suatu path eksekusi independen di dalam program. Banyak thread dapat nerjalan secara konkuren (berbarengan) di dalam program. Setiap thread di dalam Java dibuat dan dikendalikan oleh kelas java.lang.Thread. Suatu program Java dapat mempunyai banyak thread, dan thread-thread ini dapat berjalan secara bersamaan, secara asinkron atau sinkron.
Multithreading mempunyai beberapa keuntungan, dibandingkan multiprocessing, di antaranya:
Thread bersifat lightweight, sedangkan proses lebih berat. Perlu diketahui bahwa proses adalah program yang sedang berada di memory atau processor, sedang dieksekusi. Thread dapat diartikan sebagai anak dari proses.
Thread-thread berbagi pakai ruang alamat yang sama dan karena itu dapat berbagi pakai data dan kode (instruksi)
Pengertian Socket
Socket adalah sebuah Class yang disediakan oleh beberapa bahasa pemrograman. Dengan socket, sebuah aplikasi di suatu komputer dapat Tentu saja aplikasi di komputer yang dihubungi menerima koneksi juga menggunakan socket. Dengan kata lain socket adalah suatu Class yang digunakan oleh aplikasi untuk saling berhubungan. berikut ini menunjukkan bagaimana suatu aplikasi berhubungan dengan aplikasi lainnya. Paradigma pada aplikasi jaringan berlaku model client-server. Aplikasi yang menginisialisasi koneksi, disebut aplikasi client. Sedangkan aplikasi yang menerima inisialisasi disebut sebagai aplikasi server. Oleh karena itu, jika kita membangun suatu aplikasi jaringan yang lengkap, maka kita harus membuat aplikasi client maupun aplikasi server.
Jaringan,
Mata Kuliah,
Sistem Client Server
0
komentar
Praktek Client-Server: Membuat Aplikasi Client Server Sederhana Berbasis Java
Buatlah sebuah project aplikasi di Netbeans atau di eclipse (tergantung anda) dengan Source Code untuk Server adalah sbb:
package client_server;
/**
*
* @author samsul
*/
import java.io.IOException;
import java.io.ObjectInputStream;
import java.io.ObjectOutputStream;
import java.net.ServerSocket;
import java.net.Socket;
import java.util.logging.Level;
import java.util.logging.Logger;
public class Client_Server {
/**
* @param args the command line arguments
*/
1. Definisi
RPC adalah sebuah metode yang memungkinkan kita untuk mengakses sebuah prosedur yang berada di komputer lain. Untuk dapat melakukan ini sebuah server harus menyediakan layanan remote procedure. Pendekatan yang dilakukan adalah sebuah server membuka socket, lalu menunggu client yang meminta prosedur yang disediakan server. RPC masih menggunakan cara primtif dalam pemrograman yaitu menggunakan paradigma procedural programming.
2. Tujuan
RPC digunakan untuk administrasi sistem sehingga seorang administrator jaringan dapat mengakses sistemnya dan mengelola sistemnya darimna saja, selama sistemnya terhubung ke jaringan.
3. Socket
RPC menggunakan socket untuk berkomunikasi dengan proses lainnya.
4. Cara Kerja RPC
Tiap prosedur yang dipanggil dalam RPC, maka proses ini harus berkoneksi dengan server remote dengan mengirimkan semua parameter yang dibutuhkan, menunggu balasan dari server dan melakukan proses kemudian selesai. Proses di atas disebut juga dengan stub pada sisi klien. Sedangkan Stub pada sisi server adalah proses menunggu tiap message yang berisi permintaan mengenai prosedur tertentu.
Sistem Terdistribusi adalah Sekumpulan komputer otonom yang terhubung
ke suatu jaringan, dimana bagi pengguna sistem terlihat sebagai satu komputer.
Maksud komputer otonomi adalah walaupun komputer tidak terhubung
ke jaringan, komputer tersebut tetap data berjalan.
Dengan menjalankan sistem terdistribusi, komputer dapat melakukan :
Koordinasi Aktifitas
Berbagi sumber daya : hardware, software dan data
Dengan definisi tersebut diatas maka internet sesungguhnya bukanlah suatu
sistem terdistribusi, melainkan infrastruktur dimana sistem terdistribusi
dapat di aplikasikan pada jaringan tersebut.
Contoh Sistem Terdistribusi
1. Sistem Telepon
- ISDN, PSTN
2. Manajemen Jaringan
- Adminstrasi ke sumber jaringan
1. Definisi
RMI adalah sebuah tekhnik pemanggilan method remote yang lebih secara umum lebih baik dari RPC. RMI menggunakan paradigma pemrograman berorientasi obyek. RMI memungkinkan kita untuk mengirim obyek sebagai parameter dari remote method. Dengan dibolehkannya program Java memanggil method pada remote obyek, RMI membuat pengguna dapat mengembangkan aplikasi Java yang terdistribusi pada jaringan.
2. Tujuan
- Menyediakan fasilitas bagi programmer untuk dapat mendistribusikan objek yang digunakan pada beberapa proses yang berbeda.
- Dapat berjalan dalam satu mesin ataupun di beberapa mesin yang terhubung dengan jaringan.
3. Aplikasi Obyek Terdistribusi
Aplikasi RMI sering kali terdiri dari dua program terpisah yaitu server dan client.
Sisitem client server adalah suatu sistem dimana salah satu dari komputer menjadi sebuah pelayan atau sumber yang diperlukan untuk memnuhi kebutuhan komputer lainnya, kebutuhan disini adalah kebutuhan dari perangkat-perangkat lunak atau aplikasi yang apabila tidak ada server maka komputer yang dilayani tidak akan berjalan sesuai dengan kebutuhan. Contohnya adalah webserver, dns server, dan lain sebagainya.
Hubungan antara 2 komputer yang media koneksinya langsung menggunakan media konektor tertentu tanpa menggunakan perantara disebut koneksi peer to peer (p2p).
Apabila kita menggunakan hubungan dengan p2p kita bisa gambarkan seperti di bawah ini.
Dalam koneksi p2p biasanya tidak memerlukan server, kalau cuma untuk sharing data saja.
Dalam bagian ini akan membahas tentang konsep dasar pemodelan use case meliputi : use case, actor, dan relasi. Jika sudah memahami pemodelan bisnis, ada kemiripan antara pemodelan bisnis dan pemodelan use case.
1. Use case
Use Case adalah bagian tingkat tinggi dari fungsionalitas yang disediakan oleh sistem. Dengan kata lain, use case menggambarkan bagimana seseorang menggunakan sistem.
Use case adalah independen terhadap implementasinya dan pandangan tingkat tinggi apa yang pemakai harapkan dari sistem. Dengan penjelasan sebagai berikut :
- Use case adalah independen terhadap implementasinya. Selama membuat use case, asumsikan bahwa anda sedang membangun sistem manual. Use case berkonsentrasi pada apa yang sistem kerjakan, bukan bagaimana sistem mengerjakan.
- Use case adalah pandangan tingkat tinggi apa yang pemakai harapkan dari sistem. Use case yang sudah dikelompokkan memudahkan pelanggan memahaminya, pada level yang sangat tinggi dari suatu sistem.
- Use case difokuskan pada apa yang pengguna dapatkan dari sistem. Masing-masing use case mempresentasikan transaksi lengkap antara pemakai dan sistem yang menghasilkan manfaat terhadap pemakai.
Pengertian :
- Use case class digunakan untuk memodelkan dan menyatakan unit fungsi/layanan yang disediakan oleh sistem (atau bagian sistem: subsistem atau class) ke pemakai.
- Use case dapat dilingkupi dengan batasan sistem yang diberi label nama sistem.
- Use case adalah sesuatu yang menyediakan hasil yang dapat diukur ke pemakai atau sistem eksternal.
Karakteristik :
- Use cases adalah interaksi atau dialog antara sistem dan actor, termasuk pertukaran pesan dan tindakan yang dilakukan oleh sistem.
- Use cases diprakarsai oleh actor dan mungkin melibatkan peran actor lain. Use cases harus menyediakan nilai minimal kepada satu actor.
- Use cases bisa memiliki perluasan yang mendefinisikan tindakan khusus dalam interaksi atau use case lain mungkin disisipkan.
- Use case class memiliki objek use case yang disebut skenario. Skenario menyatakan urutan pesan dan tindakan tunggal.
Rational rose
Rational Rose adalah tools pemodelan visual untuk pengembangan system berbasis objek yang handal untuk digunakan sebagai bantuan bagi para pengembang dalam melakukan analisis dan perancangan system. Rational rosemendukung permodelan bisnis yang membantu para pengembang memahami system secara komprehensif. Ia juga membantu analisis system dengan cara pengembang membuat diagram use case untuk melihat fungsionalitas system secara keseluruhan sesuai dengan harapan dan keinginan pengguna. Kemudian, ia juga menuntut pengembang untuk mengambangkan Interaction Diagram untuk melihat bagaimana objek-objek saling bekerjasama dalam menyediakan fungsionalitas yang diperlukan.
Dalam Rational rose, pemodelan adalah cara melihat system dari berbagai sudut pandang. Ia mencakup semua diagram yang dikenal dalam UML, actor-aktor yang terlibat dalam system, use-case, objek-objek, kelas-kelas, komponen-komponen, serta simpul-simpul penyebaran. Model juga mendeskripsikan rincian yang diperlukan system dan bagaimana ia akan bekerja, sehingga para pengembang dapat menggunakan model itu sebagai blue print untuk system yang akan dikembangkan.
Langganan:
Postingan (Atom)










- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
contact